3 Faktor Yang Mempengaruhi Kebutuhan Air Tanaman

3 Faktor Yang Mempengaruhi Kebutuhan Air Tanaman – Air adalah faktor utama kehidupan. Sebagaimana kita tahu bahwa lebih dari 90% bagian tubuh makhluk hidup termasuk tanaman juga terdiri daripada cairan/air.

Tanaman membutuhkan air untuk hidup dan tumbuh. Kebutuhan tanaman akan air biasanya dinyatakan dalam satuan mm/hari, mm/bulan atau mm/musim. Misal diketahui kebutuhan air suatu tanaman pada iklim yang kering adalah 20 mm/hari. Apa artinya ?

20 mm/hari mempunyai arti bahwa setiap harinya tanaman tersebut butuh lapisan air setebal 20 mm di atas seluruh area tempat tanaman berada.

Untuk aplikasinya tidak berarti harus memberikan air setebal 20 mm, tapi bisa langsung 100 mm setiap 5 hari sekali, nantinya air akan disimpan di zona akar.

Ada 3 faktor yang mempengaruhi kebutuhan air tanaman menurut FAO.

#1. Iklim

Tanaman yang tumbuh di iklim yang panas dan cerah membutuhkan air yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan saat tanaman tersebut tumbuh di iklim yang berawan serta dingin.

Selain karena faktor sinar matahari dan suhu di atas, variabel iklim lain juga berpengaruh, yaitu kelembapan udara dan kecepatan angin. Kebutuhan air saat udara kering jauh lebih tinggi dan saat ada angin, air yang dibutuhkan tanaman juga lebih banyak daripada saat udara tenang.

#2. Jenis tanaman

Jenis tanaman yang diproduksi sebagai sumber makanan sangat beragam. Berdasarkan bentuk tanaman, ada yang hanya berbentuk sayuran daun, ada juga yang diambil buahnya. Contohnya sawi dan cabai.

Logikanya tanaman cabai tentu membutuhkan air jauh lebih banyak daripada tanaman sawi, selain karena tanaman cabai mempunyai bentuk tanaman yang jauh lebih besar. Air tersebut digunakan untuk membentuk bagian tubuh tanaman cabai yang cukup komplek mulai dari akar, batang, daun dan buah.

Jika dilihat dari siklus hidup tanaman pun, tanaman cabai yang bisa mencapai usia 1 tahun atau lebih tentu membutuhkan air yang jauh lebih banyak daripada tanaman sawi atau kubis-kubisan.

#3. Tahap pertumbuhan

Pada tanaman kita mengenal 2 fase pertumbuhan yaitu fase vegetatif dan fase generatif, mulai dari pindah tanam, pertumbuhan akar, batang dan daun, pembungaan dan pembuahan hingga fase tanaman mati.

Secara logika, kebutuhan air pada saat pindah tanam jauh lebih sedikit dibandingkan saat pertumbuhan. Misal pada cabai atau tomat, tanaman cabai yang sudah berbunga atau berbuah akan jauh lebih banyak dibandingkan dengan tanaman cabai yang belum ada buahnya.

Baca juga : Inilah 7 Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Tanaman

Namun ada beberapa jenis tanaman musiman, dimana semakin tua usia tanamnya, kebutuhan airnya jadi berkurang. Contohnya tanaman jagung, saat tongkol sudah terbentuk kebutuhan airnya berkurang hingga 25% dari periode puncak.

Oleh karenanya tanaman jagung terkadang dibiarkan mengering bahkan kadang-kadang sampai tanaman mati. Sama halnya tanaman semangka yang pada saat mendekati panen kebutuhan air juga mulai dikurangi, karena jika tidak buah bisa pecah.

Berikut ini nilai kebutuhan air tanaman selama satu fase pertumbuhan penuh, dari FAO.

Jeruk 900-1200 mm

Kapas 700-1300 mm

Jagung 500-800 mm

Gandum 450-650 mm

Padi 450-700 mm

Kedelai 450-700 mm

Kacang tanah 500-700 mm

Kacang hijau 350-500 mm

Tebu 1500-2500 mm

Melon 400-600 mm

Bawang merah 350-550 mm

Buncis 300-500 mm

Kubis 350-500 mm

Cabai 600-900 mm

Kentang 500-700 mm

Tomat 400-800 mm

Jangan Lupa Share Ya !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *