BelajarTani.com Hama dan Penyakit 10 Hama Tanaman Sayur/Hortikultura yang wajib anda tahu! Bagian 2 (selesai)

10 Hama Tanaman Sayur/Hortikultura yang wajib anda tahu! Bagian 2 (selesai)

10 Hama Tanaman Sayur/Hortikultura yang wajib anda tahu! Bagian 2 (selesai) – Wah, ternyata anda masih semangat nih bacanya…Salut..! Ok lah kalo begitu ini nih lanjutan dari artikel sebelumnya 10 Hama Tanaman Hortikultura yang wajib anda tahu! Bagian 1. Happy reading….^^

6.  Tungau merah (Tentranychus sp)

Tungau atau mite menyerang tanaman pada bagian daun dan pada umumnya bersembunyi di bagian bawah daun di saat yang sama menghisap cairan daun.

Selain merusak secara fisik mite merupakan vektor virus penyebab penyakit keriting.

Tetranychus_urticae_with_silk_threads
imago trips (sumber gambar : en.wikipedia.org)
Tetranychus on paprika
gejala serangan tungau (sumber gambar : commons.wikimedia.org)

Gejala serangan : Ditandai adanya warna tembaga di bawah permukaan daun bawah daun, tepi daun mengeriting, daun melengkung atau menggulung ke bawah seperti sendok terbalik, dan pada akhirnya kering.

Pengendalian : Pengendalian secara kimia dengan insektisida berbahan aktif amitraz, difokol, tetradifon, propargit, piridaben, spinoteram, abamektin dan lain-lain.

Tanaman inang  : melon, buncis, cabai, kentang, waluh, timun, gambas, pare, semangka dan terong.

7.  Kutu kebul (Bemicia tabaci)

Kutu kebul merupakan vektor virus gemini penyebab penyakit kuning. Kutu kebul menghisab cairan daun dan mengeluarkan cairan yang dapat mengundang perkembangan cendawan penyebab penyakit embun jelaga.

white fly
imago kutu kebul (sumber gambar : en.wikipedia.org)
virus gemini
gejala serangan virus gemini

Gejala serangan : Ditandai dengan banyak nya kelompok kutu kebul di bawah permukaan daun. Daun mengeriting, menguning dan mudah rontok.

Pengendalian : Pengendalian dilakukan secara kultur teknik yaitu dengan cara sanitasi lahan dengan cara membuang bagian tanaman yang telah terserang virus kutu kebul. Pengendalian secara kimia dengan insektisida berbahan aktif imidakloprid, emamektin benzoat, fipronil, profenofos, spinoteram, abamektin dan lain-lain.

Tanaman inang : melon,terong, tomat, kentang, cabai, waluh, timun, semangka, dan pare.

8.  Ulat grayak (Spodoptera litura)

Ulat grayak menyerang tanaman pada bagian daun dan buah. Ciri khas ulat ini adalah mempunyai bintik segitiga bewarna hitam dan bergaris-garis kekuningan pada sisinya. Hama ini aktif pada malam hari dan menyerang pada musim kemarau.

Spodoptera litura
larva ulat grayak (sumber gambar : en.wikipedia.org)
Spodoptera_litura_ventral
imago ulat grayak (sumber gambar : en.wikipedia.org)

Gejala serangan : Ditandai daun dan buah berlubang karena dimakan oleh hama ini. Selain itu tanaman yang diserang daunnya akan habis bahkan hanya tinggal uratnya saja.

Pengendalian : Pengendalian dilakukan secara kultur teknik dan kimia. Secara kultur teknik yaitu dengan pergiliran tanaman dengan family yang berbeda, atau melakukan pola tumpangsari dengan tanaman beda family. Secara kimia dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif lamda sihalotrin, emamektin, beta siflutrin, deltametrin, asefat, spinoteram abamektin dan lain-lain

Tanaman inang : hampir semua jenis tanaman.

9.  Lalat penggorok daun (Liriomyza huidobrensis)

Hama ini menyerang tanaman dengan menggorok daun baik pada permukaan atas maupun permukaan bawah daun sehingga terbentuk alur-alur tak beraturan.

liriomyza larva
larva liriomyza (sumber gambar : http://www3.syngenta.com)
liriomyza im
imago liriomyza (sumber gambar : www.ziraattube.com)

Gejala serangan : Ditandai adanya bintik-bintik putih dan alur korokan yang tak beraturan, yang bewarna putih pada permukaan daun. Akibat yang ditimbulkan yaitu proses fotosintesis menjadi terganggu.

Pengendalian : Pengendalian secara kimia dengan insektisida berbahan aktif lamda sihalotrin, emamektin, beta siflutrin, klorfenapir, dimehipo, abamektin dan lain-lain.

Tanaman inang : timun, tomat, terong, melon, cabai, bawang merah, buncis, kentang, waluh, gambas dan semangka.

10.  Lalat buah (Dacus verugenius)

Lalat buah menyerang tanaman pada bagian buah yang masih muda yaitu dengan cara menyunting dinding buah dan meletakkan telur, saat menjadi larva/set akan memakan isi buah tersebut sehingga buah akan rusak.

Gejala serangan : Buah yang terserang terdapat bekas tusukan bewarna hitam, kulit menguning, dan kalau buah dibelah biji bewarna coklat kehitaman. Daging buah busuk dan terdapat belatung atau set yang merupakan fase larva lalat buah.

Pengendalian  : Pengendalian dilakukan secara kultur teknik yaitu dengan cara pencegahan yaitu dilakukan dengan membungkus buah dengan kertas koran/plastik, memasang perangkap atau memasang kapur barus pada sekitar buah. Pengendalian secara kimia dengan insektisida berbahan aktif beta siflutrin, imidakloprid, emamektin benzoat, cyromazine, abamektin dan lain-lain.

Tanaman inang  : timun, melon, waluh, pare, gambas, cabai dan hampir semua tanaman buah.

larva lalat buah
larva lalat buah (sumber gambar : www.agripest.net)
dacus
imago lalat buah (sumber gambar : ucanr.edu)

Berdasarkan penjabaran diatas beberapa serangan hama, seperti trips, kutu, ketu kebul, tungau menyebabkan gejala daun mengeriting dan menguning (gejala virus kompleks).

Jika serangan trips, kutu, kutu kebul, tungau terjadi secara bersamaan dan anda mengalami kesulitan untuk mengidentifikasi hama mana yang menyerang.

Untuk memudahkan pencegahan dan pengendaliannya diajurkan penyemprotan insektisida dilakukan secara bergiliran atau bergantian agar hama tidak resisten atau kebal terhadap salah satu insektisida.

Demikian semoga bermanfaat terutama bagi anda yang selama ini berkecimpung di bidang hortikultura. Sekian dan terimakasih ^^

Jangan Lupa Share Ya !
8 Likes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *