Menu

Untuk Kebutuhan Kalium, Pilih Pupuk ZK, KCl atau KNO3 ?

15/06/2017 | Pupuk dan Pestisida

Belajartani.com – Assalamualaikum sobat BT, gimana kabarnya? Alhamdulillah this is my post in ramadhan this year. Ane ucapin selamat menjalankan ibadah puasa ya sob, happy fasting…! Mudah-mudahan bisa meningkatkan ketaqwaan sobat BT semua (maaf jadi ceramah nih….hehe:-D)

Setelah beberapa lama gak posting, karena pekerjaan dan kegiatan di dunia nyata, disempet-sempetin akhirnya bisa juga posting, biar selalu up to date..hehe. Awalnya bingung mana yang mau dibikin artikel. Setelah buka email, ada sobat BT yang nanya terkait pupuk kalium jenis apa yang baik digunakan, ZK, KCl atau KNO3. Yaudah deh nulis tentang tema ini saja kalo gitu..hihihi.

Biar ga lama basa-basinya kita langsung bahas sama-sama yuk…

Unsur K, kalium (golongan 1a-logam alkali) merupakan salah satu anggota tetap trio makro, NPK. Di kategorikan makro karena pupuk ini dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah banyak pada setiap fase pertumbuhan khususnya pada fase generatif (pembungaan dan pembuahan).

Sedikit review, beberapa manfaat, kegunaan dari pupuk kalium bagi tanaman antara lain :

1. mempercepat proses pembungaan dan pembuahan

2. berperan untuk memperkuat organ tanaman, daun, bunga dan buah agar tidak mudah rontok

3. meningkatkan ketahanan tanaman dari kondisi cekaman lingkungan, baik itu kekeringan atau dari serangan penyakit.

4. meningkatkan kualitas, mutu serta bobot panen

5. meningkatkan daya simpan buah dan tidak mudah busuk

Kembali ke pertanyaan awal, mana yang sebaiknya digunakan? Nah sebelum memutuskan memakai yang mana alangkah baiknya kita ketahui terlebih dahulu kelebihan dan kekurangan masing-masing dari pupuk di atas.

1. ZK – Kalium Sulfat (50% K, 17% S)

Kelebihan           : Sumber unsur kalium dengan kadar tinggi, khususnya untuk tanaman yang sensitif terhadap keracunan Klorida, seperti wortel dan kentang. Pupuk ZK bersifat tidak higroskopis, sehingga dapat disimpan lama walau kelembapan udara tinggi. Mudah larut dalam air.

Kekurangan        : Harganya mahal dan reaksinya asam, sehingga jika digunakan pada lahan yang cenderung kadar keasaman tanahnya rendah (asam), nilai pH nya akan semakin turun dengan kata lain kadar keasamannya meningkat.

 

2. KNO3 – Kalium Nitrat (45-48% K, 13% N)

Kelebihan           : Pupuk KNO3 memiliki kelebihan mudah larut dalam air dan hampir baik digunakan untuk segala jenis tanaman (karena bersifat tidak meracuni). Mengandung kandungan Natrium dan Klorida yang sangat rendah. Kandungan Nitrogennya tidak mudah menguap (higroskopis) karena dalam bentuk Nitrat (NO3-). Cocok untuk semua jenis tanaman dalam segala fase pertumbuhan.

Kekurangan        : Pupuk KNO3 sebagaimana ZK harganya mahal (karena tidak mengandung klor). Selain itu, pupuk KNO3 juga mudah tercuci. Sehingga agar lebih efektif perlu diperhatikan teknik aplikasinya. Walaupun mahal, hal tersebut tidaklah menjadi masalah utama bagi petani selama aplikasi pemupukan memberikan peningkatan hasil yang signifikan.

 

3. KCl – Kalium Klorida (60% K)

Kelebihan           : Pupuk KCl memiliki keuntungan dari segi harga yakni lebih murah dibandingkan pupuk ZK dan KNO3. Pupuk yang tidak mengandung klor harganya lebih mahal. Selain murah, pupuk KCl ini cenderung mudah didapatkan dalam berbagai merk, baik itu subsidi maupun non-subsidi.

Kekurangan        : Senyawa KCl sebagaimana NaCl (garam dapur) tergolong golongan senyawa garam-garaman. Pupuk KCl akan larut dalam air dalam bentuk ion K+ dan Cl. Oleh sebab itu penambahan unsur hara kalium dalam bentuk KCl, juga menambah unsur klor dalam tanah.

Klor merupakan unsur mikro yang dibutuhkan tanaman namun jumlah yang sedikit. Peran klor secara spesifik masih belum banyak diketahui, namun unsur klor dalam daun tanaman dibutuhkan untuk proses fotosintesis yakni untuk pembentukan energi (ATP).

Namun pemberian berlebihan unsur klor pada tanaman akan menyebabkan gejala daun menjadi hijau tua dan tebal. Pada beberapa jenis tanaman seperti kentang, wortel dan tembakau, unsur klor bersifat meracuni (tanaman tersebut sensitif terhadap unsur klor).

Gambar keracunan klor pada daun Dogwood. Image source : extension.umd.edu

Demikianlah uraian saya tentang perbedaan pupuk ZK, KNO3 dan KCl. Mudah-mudahan bisa menjawab pertanyaan sobat BT, pupuk yang mana yang sebaiknya dipilih ditinjau dari kelebihan dan kekurangannya.

Akhirnya saya ucapakan terimakasih karena membaca sampai akhir artikel ini, terimakasih lebih saya ucapkan untuk anda yang membagikan artikel ini. Agar lebih bermanfaat tentunya. Sekian ^^.

Salam hangat 🙂

BelajarTani.com

Bagikan ke teman anda :
  • 30
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    30
    Shares
  •  
    30
    Shares
  • 30
  •  
  •  
  •  
  •  

Tambahkan sebagai Teman

Arsip BelajarTani.com

Choose Language

Follow BelajarTani.com

Terimakasih telah mengunjungi BelajarTani.com, Jangan lupa like and share ya Sob..! [HL♥PISD]