Menu

Raih Keuntungan Berlipat dengan Menanam Squash

Belajartani.comHaloo sobat BT, tau ngga akhir-akhir ini semakin banyak petani yang mulai menanam squash? Tanaman yang mungkin terdengar asing bagi kebanyakan orang. 

Lantas benarkah bisa raih keuntungan berlipat dengan menanam squash? Nah inilah yang kan kita bahas pada artikel kali ini, tentang sekilas budidaya squash, serta bagaimana prospeknya nanti. 

Profil singkat tanaman squash

Squash (Cucurbita maxima), adalah salah jenis tanaman keluarga labu-labuan (cucurbitaceae). Squash banyak sekali jenisnya, ada yang warna hijau, kuning, orange kemerahan. Namun squash disini adalah squash kuning, orange kemerahan.

Di Indonesia, tanaman squah jenis orange dan merah-lah yang banyak ditanam. Warnanya yang menarik inilah jadi alasan banyak orang menanam squash di halaman rumah, pekarangan, taman atau di pagar rumah sebagai hiasan.

Squash varietas Golden Mama. Source : pontianak.tribunnews.com

Squash memiliki banyak kandungan vitamin dan mineral yang cukup kompleks, selain sebagai sumber karbohidrat. Squash diketahui kaya akan vitamin A, E, C dan B9 (folate acid). Dan mineral seperti kalium, kalsium, zat besi, mangan, zinc, phoshphor serta magnesium.

Squash saat ini banyak dihidangkan di hotel atau rumah makan (restaurant) mewah. Baik itu dikukus atau sebagai bahan pembuat roti.

Sekilas teknik budidaya squash

Squash, dalam budidayanya termasuk tergolong mudah dibanding kerabat dekatnya yang lain seperti melon. Squash akan tumbuh dengan baik (optimal) asal syarat tumbuhnya terpenuhi.

Syarat tumbuh optimal squash:

  • Ditanam di dataran tinggi(highland) 1000 mdpl atau lebih
  • Ditanam di tanah dengan pH 6-7
  • Ditanam di musim kemarau

Menanam squash sebenarnya bisa dilakukan di musim hujan, hanya kondisi tanaman akan menjadi jauh lebih rentan. Penyakit seperti layu, kresek (Downey Mildew) dan busuk daun adalah jenis penyakit yang intensitasnya meningkat saat musim hujan. Kendala ini bisa anda atasi dengan menanam squash pada green house (GH).

Baca juga : 5 Hal Yang Harus Diwaspadai Saat Bertanam Di Musim Hujan

Squash yang ditanam pada lokasi dan musim yang tepat akan menghasilkan buah yang berkualitas, baik secara ukuran atau bentuk (bulat merah seragam).

Baca juga : Tips Memilih Lokasi Penanaman Cabai Yang Baik

Untuk menghasilkan tanaman yang sehat, dan berproduktivitas tinggi, upayakan syarat tumbuh tadi terpenuhi dulu. Kemudian baru fokus pada intensifikasi lahan dengan mengacu pada konsep panca usaha tani, yakni intensif saat olah tanah sampai perawatan tanaman.

Baca juga : Masih Ingat Gak Nih Sama Konsep Panca Usaha Tani?

Pada saat olah tanah, lakukan dengan benar dengan tujuan agar struktur tanah menjadi lebih baik. Tambahkan kapur pertanian agar pH tanah meningkat. Tambahkan juga pupuk dasar seperti pupuk kandang agar kebutuhan akan unsur haranya terpenuhi.

Baca juga : Cegah Layu Sejak Dini Dengan Pengolahan Tanah Yang Baik

Setelah itu, buat bedengan sesuai ukuran yang inginkan. Ukuran bedengan tergantung squash akan ditanam pada lanjaran atau telasah.

Bentuk lanjaran para-para squash/labu 1. Source: benihpertiwi.co.id

Jika dengan lanjaran maka bisa menggunakan jarak tanam 70cm x 100cm, dan lebar got 50-60cm. Selain itu bisa dengan sistem para-para tapi jarak tanamnya lebih lebar 70cm x 200cm.

Bentuk lanjaran para-para squash/labu 2. Source: benihpertiwi.co.id

Untuk perawatan tanaman, terdiri dari pemupukan susulan, pengairan dan pengendalian hama penyakit :

1. Pemupukan susulan pada squash

Susulan 1 Umur 10 hst NPK 10 g/tan
Susulan 2 Umur 20 hst NPK 20 g/tan
Susulan 3 Umur 40 hst NPK 20 g/tan
Susulan 4 Umur 50 hst NPK 20 g/tan

2. Pengairan pada squash

Pengairan diberikan secukupnya saja sesuai kondisi tanaman di lapangan, dengan cara dikocor (pada saat awal tanam), atau dengan irigasi tetas (drip tape irrigation).

  • Pada awal tanam membutuhkan air cukup banyak, menurun saat proses pembentukan akar dan akhirnya meningkat kembali pada fase pembungaan
  • Pada fase pembentukan buah (fruit setting) air dibutuhkan dalam jumlah yang cukup, apabila persediaan air sedikit, buah yang terbentuk kecil-kecil
  • Hendaknya pengairan diberikan secara rutin atau teratur untuk mencegah tanaman layu.

3. Pengendalian hama penyakit pada squash

Hama penyakit pada tanaman squash muncul bergantian seiring dengan pertumbuhan tanaman. Ada yang menyerang saat fase pertumbuhan ada juga yang pada saat pembuahan.

Oleh sebab itu perlu dilakukan pengendalian hama penyakit squash dengan penyemprotan pestisida apabila :

  • Kondisi normal : 1-2 x seminggu
  • Banyak serangan : 2-4 x seminggu

Jenis hama penyakit yang menyerang hampir sama dengan hama penyakit yang menyerang pada tanaman cucurbit lain seperti semangka, timun.

Baca juga :

Prospek tanaman squash di masa depan

Bagaimana prospek tanaman squash di masa mendatang? Inilah yang akan kita bahas. Dari uraian di atas kita sudah faham bahwa tanaman squash saat ini banyak diminati oleh pasar. 

Prospek tanaman squash untuk saat ini masih sangat bagus. Dengan potensi pertanaman yang tinggi tentu akan menjadi alternatif bagi petani. 

Per-tanaman squash bisa dihasilkan 4-5 buah, dengan berat berkisar 1-2 kg/buah. Dengan umur panen yang relatif pendek yakni 65-70 hari setelah tanam.

Squash atau labu kuning varietas Golden Mama. Source: lmgaagro.wordpress.com

Anggap saja anda bisa menghasilkan 3 buah/tanaman dengan berat rata-rata 1 kg (ukuran kecil), sementara harga pasar 10.000 (asumsi tahun 2018), maka anda bisa menghasilkan uang sebesar 30.000/tanaman. Sedangkan dari segi biaya jika dihitung mungkin dikisaran 3.000/tanaman. 

Keuntungannya berlipat-lipat, bukan? 😀

Satu lagi, buah squash memiliki daya simpan yang cukup lama yakni berkisar 30 hari atau lebih. Sehingga ini menguntungkan bagi anda yang hendak menjualnya ke luar daerah/luar pulau atau bahkan di ekspor ke luar negeri. 

Bagaimana, tertarik tanam squash sobat? 😀

Penutup 💡

Finally, uraian singkat profil squash, teknis budidaya squash, dan prospek bisnisnya telah kita bahas.

Intinya jika syarat utama tumbuh dan teknis budidayanya sudah benar insyaaAllah tanaman anda akan tumbuh dengan sehat dan optimal, menghasilkan buah yang berkualitas tinggi.

Di pasaran, buah yang berkualitas tinggi akan memiliki harga jual yang tinggi pula. Otomatis akan bisa meraih keuntungan yang berlipat.

Demikian, semoga mudah difahami dan bermanfaat. Sekian dan terimakasih ^^

Salam hangat 🙂

BelajarTani.com

Bagikan ke teman anda :
  • 24
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    24
    Shares
  •  
    24
    Shares
  • 24
  •  
  •  
  •  
  •  

Tambahkan sebagai Teman

Arsip BelajarTani.com

Choose Language

Follow BelajarTani.com

Terimakasih telah mengunjungi BelajarTani.com, Jangan lupa like and share ya Sob..! [HL♥PISD]