Menu

Mengenal Nilai Ambang Batas Pengendalian pada Tanaman Pangan dan Horti

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading...

Belajartani.comHallo sobat BT, gimana cuaca hari ini? Cerah, berawan, mendung atau hujan? Atau sudah ada tanda-tanda masuk kemarau nih? Seperti yang kita ketahui, akhir-akhir ini hampir seluruh wilayah di indonesia masih mengalami hujan, beberapa bahkan dengan intensitas yang tinggi.

Jika pada musim hujan intensitas serangan penyakit meningkat, maka pada musim kemarau biasanya intensitas serangan hama-lah yang akan meningkat. Dan yang perlu sobat BT antisipasi adalah ledakan hama. Ledakan hama terjadi dikarenakan siklus hama tersebut menjadi lebih pendek.

Oleh sebab itu, nanti sobat BT akan disibukkan dengan kegiatan pengamatan dan pengendalian hama, baik itu secara kultur teknis atau secara kmiawi. Nah untuk pengendalian hama secara kimia dengan pestisida dilakukan jika sudah masuk ambang batas pengendalian.

Sering kita dengar istilah ambang batas pengendalian, apa itu?

Ambang batas pengendalian adalah  jumlah populasi atau intensitas serangan atau tingkat kerusakan tanaman sehingga perlu dilakukan pengendalian agar tidak menimbulkan kerugian secara ekonomi.

Mengapa pengendalian hama dilakukan jika sudah memasuki ambang batas pengendalian?

Hal ini dimaksutkan untuk menekan dampak negatif dari pestisida baik itu bagi lingkungan maupun bagi manusia itu sendiri.  Dampak negatif dari pestisida yang mungkin timbul adalah resistensi, resurgensi, keracunan tanaman, serta pencemaran ekosistem.

Nah, kalo kita ingat pada konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT), tujuan pengendalian hama sebenarnya hanya untuk menekan tingkat populasi dan kerusakan agar berada di bawah ambang batas pengendalian. Artinya keberadaan hama dan penyakit dapat diterima sejauh populasinya masih di bawah ambang batas.

Lalu berapakah nilai ambang batas ekonomi hama tanaman ? Yuk simak tabel di bawah ini.

 Nilai Ambang Batas pengendalian Hama Tanaman Pangan

No Tanaman Hama Nilai Ambang Pengendalian
1. Padi Penggerek Batang a. 1 kelompok telur /m² pada stadium vegetatif dipetak sampel b. 5-10% tunas mati (sundep) c. 2 ekor ngengat /m² d. 5 massa telur/100 m² pada pesemaian
    Wereng Hijau a. 10 ekor serangga dewasa per-empat kali ayunan jaring dipetak sampel b. 2 ekor serangga dewasa per satu kali ayunan jaring di petak sampel
    Wereng Coklat a. 1 ekor imago / tunas di petak sampel b. 10 ekor nimfa / rumpun c. 5 ekor imago / rumput pada stadium generatif
    Kepinding tanah (Scotinophora spp) 12 ekor / rumpun
    Walang Sangit 2 ekor / m² pada stadium matang susu di petak sampel
    Ganjur 1 puru / rumpun pada umur 40 hst  di petak sampel
    Ulat grayak 2 ekor / m² di petak sampel
    Tikus 5 % tanaman sampel muda (sebelum buntung) terpotong.
2. Jagung Penggerek tongkol 3 tongkol rusak / 50 tanaman sampel pada saat baru ter bentuk
    Penggerek batang 1 kelompok telur / 30 tanaman
    Hama bubuk 3 ekor / kg biji
3. Kedelai Lalat Kacang 1 % intensitas serangan pada stadium vegetatif
    Penggerek polong 2 % Intensitas serangan
    Perusak daun 12,5 % intensitas serangan pada stadium generatif
4. Kacang Tanah Kepik Hijau 3 ekor / 5 tanaman sampel pada umur 45 hari
    Perusak daun 12,5 % Intensitas serangan pada stadium generatif.

Sumber : Direktorat pupuk dan pestisida, Kementan

Nilai Ambang Batas pengendalian Hama Tanaman Hortikultura

No Tanaman Hama Nilai Ambang Pengendalian
1. Cabai (Solanaceae) Trips (Thrips sp) 10 nimfa per daun
    Kutu daun persik (Myzus persicae) 0,7 ekor per daun
    Tungau (Tetranychus sp) Intensitas serangan 5%
    Ulat grayak (Spodoptera litura) Intensitas serangan 12,5%
    Ulat buah (Helicoverpa armigera) 1 larva per sampel tanaman
    Penggorok daun (Liriomyza) Intensitas serangan 10%
2. Timun (Cucurbitaceae) Trips (Thrips sp) 10 nimfa per daun
    Kutu daun persik (Myzus persicae) 0,7 ekor per daun
    Tungau (Tetranychus sp) Intensitas serangan 5%
    Oteng-oteng (Epilachna sparsa) Intensitas serangan 5%
    Penggorok daun (Liriomyza) Intensitas serangan 10%
    Ulat grayak (Spodoptera litura) Intensitas serangan 12,5%

Sumber : Panduan Praktis Budidaya, Penebar Swadaya

Setelah kita tau nilai ambang batas pengendaliannya, selanjutnya kita perlu melakukan pengamatan untuk diketahui jumlah populasi dan sejauh mana serangan hama tersebut berlangsung.

Jika sudah dilakukan pengamatan (minimal seminggu sekali) dan ditemukan bahwa populasi atau tingkat serangannya sudah di atas nilai ambang batas (seperti pada tabel di atas), maka artinya tindakan pengendalian hama secara kuratif dengan pestisida sudah bisa dilakukan.

Baca juga :

Walau pengendalian dengan pestisida boleh dilakukan tetap saja harus dilakukan secara bijaksana, dan tidak berlebihan. Tetap kita gunakan slogan safety first ya sobat BT. Untuk teknik aplikasi pestisida dan pola pergiliran pestisida/insektisida insyaaAllah akan saya bahas lain waktu.

Semoga bermanfaat ya sobat BT, jangan lupa untuk dibagi ke saudara, sahabat dan teman anda yang lain.  Sekian dan terimakasih ^^.

Salam hangat 🙂

BelajarTani.com

Bagikan ke teman anda :
  • 93
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    93
    Shares
  •  
    93
    Shares
  • 93
  •  
  •  
  •  
  •  

Related For Mengenal Nilai Ambang Batas Pengendalian pada Tanaman Pangan dan Horti

Tambahkan sebagai Teman

Arsip BelajarTani.com

Choose Language

Follow BelajarTani.com

Terimakasih telah mengunjungi BelajarTani.com, Jangan lupa like and share ya Sob..! [HL♥PISD]