Menu

Kubis Terserang Akar Gada (Club Root), Gimana Ya Solusinya?

Belajartani.comKubis terserang akar gada (club root), gimana ya solusinya? Sobat BT, barangkali sering mendengar pertanyaan seperti ini muncul terutama disampaikan oleh petani yang baru menanam sayuran dari family kubis-kubisan (brassicae).

Tanaman family kubis-kubisan yang menjadi inang dari penyakit ini antara lain kubis, kembang kol, brokoli, sawi putih dan pak choy.

Akar gada (club root) atau akar bengkak atau biasa disebut juga pentol, adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh jamur Plasmodiophora brassicae. Umumnya serangan patogen ini terjadi pada musim hujan.

Tingkat Serangan yang lebih parah terjadi pada daerah endemik penyakit akar gada. Suatu daerah menjadi daerah endemik dikarenakan telah menjadi sentra penanaman tanaman kubis-kubisan dalam waktu yang lama. Daerah yang sudah memiliki status sebagai daerah endemik akar gada antara lain Batu, Pujon, Garut, Lembang, Dieng, Tengger, Lembang, Brastagi dan lain sebagainya.

Pada daerah endemik, spora jamur Plasmodiophora brassicae akan didapati massa spora yang sangat banyak. Hebatnya lagi, hasil riset menunjukkan bahwa, spora akar gada ini dapat bertahan dalam tahah selama 10-20 tahun dalam keadaan istirahat.

Mekanisme Serangan

Akar gada ini cukup menjadi momok bagi kebanyakan petani karena bisa menyebabkan gagal panen. Serangan akar gada menyebabkan akar tampak membengkak layaknya umbi. Mekanisme serangan dari jamur Plasmodiophora brassicae ini yaitu menghambat transportasi air dan nutrisi pada pangkal batang tanaman.

Gejala Serangan Akar Gada

Gejala serangan akar gada tanaman akan mengalami gejala layu pada daun seperti kekurangan air. Cara mengamatinya pun cukup mudah yaitu gejala layu akan terjadi pada siang hari, namun akan segar kembali pada malam hari hingga pagi harinya.

Selain itu, tanaman yang terserang akan menjadi kerdil (karena tranportasi air dan nutrisinya terhambat), finally tanaman tidak akan mampu membentuk krop secara optimal.

Jika gejala ini muncul pada tanaman kubis-kubisan milik anda, maka waspadalah…! Bisa jadi sudah terkena akar gada tuh, untuk memastikan coba anda cabut beberapa untuk melihat kondisi akarnya (normal atau tidak).

Cara Penyebaran Akar Gada

  • Melalui tanah/pupuk kandang (soil borne)
  • Melalui aliran air (water borne)
  • Melalui bibit (germ borne), bibit yang dikirim dari daerah endemik ke daerah bukan endemik, maka daerah bukan endemik tadi berpotensi menjadi daerah endemik yang baru.
  • dan melalui alat (mechanic borne), tanah yang terbawa pada alat atau sentuhan tangan yang sebelumnya berinteraksi dengan patogen tersebut.

Cara Pengendalian Akar Gada

Ada beberapa cara untuk mengatasi, mengendalikan penyakit akar gada ini yaitu secara kultur teknis dan aplikasi kimia. Secara garis besar dikelompokkan sebagai aplikasi pencegahan (preventif) dan aplikasi penyembuhan (kuratif).

1. Pengendalian secara manajemen lahan dan kultur teknis (pola budidaya)

  • Melakukan rotasi tanaman dengan tanaman selain family kubis-kubisan (brassicae) untuk memutus siklus Plasmodiophora brassicae dalam tanah tersebut.
  • Melakukan eradikasi lahan, yaitu mencabut dan membuang jauh-jauh tanaman yang terserang agar sporanya tidak menyebar ke tanaman yang lain.
  • Sebelum tanam perlu dilakukan pengapuran sehingga pH tanah tidak asam (jamur Plasmodiophora brassicae lebih toleran pada pH asam).
  • Melakukan kontrol terhadap penggunaan pupuk Nitrogen yang berlebihan (pupuk N yang berlebihan akan mempercepat perkembangan jamur Plasmodiophora brassicae).

2. Pengendalian secara kimia

  • Melakukan sterilisasi tanah atau media tanam dengan perlakuan pestisida yakni dengan aplikasi fumigan Basamid GR dicampurkan saat olah tanah berlangsung.
  • Aplikasi fungisida berbahan aktif benomil, difenokonazol, klorotalonil, dan azoxistrobin yakni dengan pengocoran pada lubang tanam pada usia 14 hst, 42 hst dan 63 hst, dosisnya 2-3 gram/liter air.

Tabel fungisida dan fumigan yang bisa digunakan untuk pengendalian akar gada.

Fungisida Bahan aktif Produsen
Basamid GR dazomed 98% PT. Behn Meyer Agricare
Centro 75 WG klorotalonil 75% PT. Multi Sarana Indotani
Benlox 50 WP benomil 50% PT. Dharma Guna Wibawa
Amistartop 325 SC azoxistrobin : 200 g/l, difenokonazol : 125 g/l PT. Syngenta Indonesia

Nah, sobat BT itulah beberapa tips untuk mengatasi/mengendalikan akar gada. Sebagaimana kata pepatah “lebih mudah mencegah daripada mengobati”, karena jika sudah terserang akan susah dikendalikan. Aspek pra-tanam seperti pemilihan benih, penggunaan pupuk kandang, pengapuran, teknik olah tanah, sterilisasi lahan adalah berpengaruh secara nyata dalam mencegah perkembangan dan penyebaran penyakit akar gada ini.

Mudah-mudahan bermanfaat… Jangan lupa di share ya… sekian dan terimakasih ^^

Salam hangat 🙂

BelajarTani.com

Bagikan ke teman anda :
  • 12
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    12
    Shares
  •  
    12
    Shares
  • 12
  •  
  •  
  •  
  •  

Tambahkan sebagai Teman

Arsip BelajarTani.com

Choose Language

Follow BelajarTani.com

Terimakasih telah mengunjungi BelajarTani.com, Jangan lupa like and share ya Sob..! [HL♥PISD]