Menu

Inilah Beberapa Mikroorganisme yang Berperan sebagai Agen Hayati Pelarut Fosfat, Phosphate Solubilising Microorganism (PSB)

19/06/2017 | Pupuk dan Pestisida

Belajartani.com – Sobat BT, kali ini saya mau posting artikel tentang mikroorganisme yang bisa jadi agen hayati pelarut fosfat, Phosphate Solubilising Microorganism (PSB).

Yap, seperti yang kita tau, kebanyakan pupuk fosfat itu susah larut alias keras bagai batu, contohnya pupuk SP36

Pupuk SP36 selama ini dikenal sebagai sumber pupuk fosfat yang susah larut dalam air dan merupakan salah satu jenis pupuk yang sering digunakan oleh petani.

Tingkat kelarutan fosfat yang rendah diduga juga karena unsur ini mudah berikatan dengan unsur yang lain.

Kalo sudah berikatan otomatis kan ga bisa diserap dan dimanfaatkan oleh tanaman. Akhirnya sia-sia aplikasi pupuk fosfat yang anda lakukan. 

Bacillus spp. Image source : keyworddsfr.com, photo by David Mack

Okelah kita bahas kalem-kalem seputar pelarut fosfat ini (unsur P, phosphor, fosfor).

Peran sentral unsur fosfor (P)

Fosfor merupakan unsur hara paling mobile keberadaan di dalam tanah jika dibandingkan dengan nutrisi makro lainnya. 

Sebagai unsur makro esensial peran fosfor untuk tanaman sangat sentral, seperti untuk perkembangan akar, merangsang pembentukan bunga, pembentukan biji dan lain sebagainya.

Defisiensi atau gejala kekurangan fosfor (P)

Defisiensi atau gejala kekurangan fosfor (P) ditandai dengan warna daun seluruhnya berubah menjadi gelap. Pada tepi daun, cabang dan batang akan berubah menjadi warna ungu yang pelan-pelan akan berubah menjadi warna kuning.

Mengatasi defisiensi atau gejala kekurangan fosfor (P)

Untuk mengatasinya tentu dengan aplikasi pupuk P yang sangat banyak sekali jenisnya. Namun, tidak lantas masalah selesai di situ. 

Seringkali meskipun aplikasi pupuk P dalam jumlah banyak sudah dilakukan, tanaman cenderung masih belum menunjukkan gejala pemulihan.

Sepertinya memang ada yang salah, baik itu dari tanaman, teknis yang dilakukan atau kondisi di dalam tanah itu sendiri. 

Masalah yang umum terjadi adalah aplikasi pupuk yang berikan di tanah seringkali terikat oleh unsur lain sepeti Al, Fe dan Mn.

Jika indikasinya  karena rendahnya tingkat kelarutan P maka anda bisa mengatasinya dengan aplikasi agen hayati pelarut phosphate (fosfat) atau lebih dikenal dengan PSB (Phosphate Solubilising Microorganism).

Apa itu PSB (Phosphate Solubilising Microorganism)?

Mikroorganisme pelarut fosfat berperan dalam meningkatkan ketersediaan P untuk tanaman melalui pelepasan P organik dan anorganik. Sekalipun aplikasi P dilakukan melalui aplikasi pupuk rock phosphate (batuan fosfat yang sulit larut).

Aplikasi mikroorganisme pelarut fosfat ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tanaman tanpa merusak kesehatan tanah. Sehingga tercipta kondisi tanah yang sehat dan berproduksi dengan baik secara berkelanjutan.

Mikroorganisme pelarut fosfat memiliki kemampuan untuk melarutkan mineral fosfat yang tidak larut menjadi bentuk fosfat terlarut (yang bisa diserap) dengan memproduksi berbagai asam organik seperti fumarat, laktat, asam sitrat, glikolat, malonat, tartrat dan suksinat (Vazquez, www.arccjournals.com)

Jadi, anda bisa gunakan mikroorganisme pelarut fosfat ini untuk melarutkan pupuk SP36 yang dikenal keras, susah larut menjadi mudah dilarutkan sehingga kandungan unsur Fosfornya bisa diserap oleh tanaman.

Apa saja mikroorganisme penting yang dapat melarutkan/melepaskan fosfat? Simak tabel di bawah ini ya…

Kategori Mikroorganisme Ekologi Asam Organik yang Dihasilkan
Bakteri Escherichia freundii Soil Lactic
  Bacillus subtilis, Pseudomonas spp., Rhizospheric soil Lactic, malic
  Arthrobacter spp., Bacillus spp., Bacillus f rmus B-7650 Wheat and cowpea rhizosphere Lactic, citric
  Enterobacter agglomerans Wheat rhizosphere Oxalic, citric
  Bacillus amyloliquefaciens, B. licheni formis, Penibacillus macerans, Xanthobacter agilis, E. aerogenes Mangrove ecosystem Lactic, itaconic, isovaleric, isobutyric, acetic
  Enterobacter intermedium Grass rhizosphere 2-ketogluconic
  P.fluorescens Roots, Rhizosphere of oil palm trees Citric, malic, tartaric, gluconic
Jamur Penicillium rugulosum Phosphate rock Citric, gluconic
  Aspergi llus spp., Penicillium spp.,Chaetomiumnigricolo Lateritic soil Oxalic, Succinic, Citric, 2-ketogluconic
  Aspergi llus flavus, A. niger, Penicillium canescens Stored wheat grains Oxalic, citr ic, gluconic succinic
  Aspergi llus niger Tropical soil Gluconic, oxalic
  Aspergi llus niger, Penicillium spp. Soil Citric, glycolic, succinic

Table source : Thakur dkk. Dr. Y.S. Parmar University of Horticulture and Forestry, India. www.arccjournals.com

Oiya sobat BT, selain aplikasi PSB, pengikatan fosfat di tanah bisa diminimalkan dengan menambahkan kompos, pupuk kandang, pupuk hijau jumlah banyak, lalu dibiarkan hingga mengalami fermentasi. 

Mengenai merk dagangnya, mikroorganisme pelarut fosfat ini banyak sekali macamnya di pasaran, banyak sekali toko pertanian yang menjual produk ini.

Jangan lupa setelah aplikasi pelarut fosfat, tambahkan aplikasi pupuk magnesium (Mg) karena unsur magnesium berperan utama dalam transportasi fosfat dalam tanaman

Oleh sebab itu jika anda menginginkan kandungan fosfat dalam tanaman banyak maka perlu menambah aplikasi unsur magnesium.

Selain magnesium, perlu ditambahkan juga pupuk kalsium (Ca) untuk mengatur keseimbangan pH tanah (menaikkan nilai pH), agar tidak terlalu asam

Karena kebanyakan tanaman akan tumbuh subur pada kondisi pH tanah yang cenderung normal.

Demikian artikel tentang Mikroorganisme yang Berperan sebagai Agen Hayati Pelarut Fosfat, Phosphate Solubilising Microorganism (PSB), semoga bermanfaat…!

Sekian dan terimakasih ^^

Salam hangat 🙂

BelajarTani.com

Bagikan ke teman anda :
  • 4
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    4
    Shares
  •  
    4
    Shares
  • 4
  •  
  •  
  •  
  •  

Tambahkan sebagai Teman

Arsip BelajarTani.com

Choose Language

Follow BelajarTani.com

Terimakasih telah mengunjungi BelajarTani.com, Jangan lupa like and share ya Sob..! [HL♥PISD]