Menu

Cegah Layu Sejak Dini dengan Pengolahan Tanah yang Baik

11/12/2017 | Hama dan Penyakit, Review
Share this :

Gejala Layu pada Tanaman Cabai

Belajartani.com – Halo sobat  BT, pada kesempatan kali ini saya akan membahas artikel tentang cara mencegah layu sejak dini dengan pengolahan tanah yang baik. Artikel ini sejak lama ingin saya tulis untuk menjawab pertanyaan dari sobat BT yang dah lama masuk ke email saya.

Berhubung karena kesibukan saya di dunia nyata, maka mohon maaf baru bisa saya tuliskan artikel ini. Dimana saya pikir artikel ini akan banyak dicari pada musim hujan kali ini. Mudah-mudahan bermanfaat tentunya.

Tentang penyakit layu sebenarnya pernah saya bahas secara detil yakni pada artikel antara lain :

Secara umum penyakit layu disebabkan oleh gejala fisiologis kurang air atau seranggan patogen-patogen dalam tanah seperti  jamur Fusarium atau bakteri Ralstonia.

Nah, jika anda cek sampel tanah tersebut di lab (yang gejalanya karena patogen), maka akan anda dapatkan populasi patogen yang jumlahnya dari ratusan ribu sampai jutaan. Jadi, kesimpulan sederhana, penyakit layu disebabkan keberadaan patogen atau hama pada tanah sekitar perakaran.

Sehingga jika anda ingin tanaman ada tidak layu hingga panen, maka perlu upaya mensterilkan tanah dari hama atau patogen penyebab layu tersebut dengan cara pengolahan tanah yang baik. Lalu seperti apakah pengolahan tanah yang baik itu?

Konsep pengolahan tanah yang baik adalah melalui perbaikan struktur tanah, pH (keasaman tanah) dan zat hara tanah.

a. Perbaikan struktur tanah, dilakukan dengan membajak tanah dan penggaruan. Bajak bertujuan untuk membolak balik tanah sehingga tanah yang di bawah yang subur berpindah ke bagian atas. Penggaruan, atau kegiatan untuk meratakan tanah, bertujuan untuk memperbaiki aerasi tanah .

b. Perbaikan pH tanah, bisa dilakukan dengan penambahan dolomit atau kapur pertanian. Perbaikan pH tanah diharapkan selain tanaman dapat tumbuh optimal juga mampu mengurangi populasi massa patogen tanah seperti jamur dan bakteri penyebab layu.

c. Penambahan unsur hara, dilakukan dengan cara penambahan pupuk dasaran. Pupuk dasaran yang digunakan antara lain pupuk kandang (organik) 10-20 ton/ha dan SP-36 200-300 kg/ha.

Baca juga : 

Nah, selanjutnya adalah teknisnya, yakni bagaimana tahapan pengolahan tanah yang baik agar tanah sebagai media tumbuh tak hanya subur tapi steril dari hama penyakit. Ok kita ikuti langkah-langkahnya berikut ini ya sob 😀

1. Bajak (moldboard plow)

Bajak dengan menggunakan tractor

Bajak dilakukan untuk perbaikan struktur tanah, dimana tanah yang dibawah (subur) berpindah ke bagian atas. Dilakukan menggunakan dengan bajak sapi atau dengan tractor.

Hendaknya bajak dilakukan pada kondisi tanah kering.  Oiya jangan lupa mengecek nilai pH tanah pada lahan tersebut. Nah, jika ternyata nilai pH kecil maka perlu ditambahkan kapur pertanian (dolomit) sesuai kebutuhannya.

Tanah dengan pH tanah kecil (tanah asam), memiliki beberapa kekurangan yakni tingkat kelarutan fosfat rendah dan sebagian patogen tular tanah (seperti Fusarium) berkembang pada pH tanah rendah.

2. Garu (rake)

Lahan yang sudah di garu, telah ditabur pupuk dasarannya dan siap dibedeng

Setelah tanah dibajak, langkah selanjutnya lahan di garu dengan tujuan untuk menghancurkan bongkahan tanah sehingga lahan menjadi rata.

Garu juga bertujuan untuk mencampur pupuk dasaran (kandang) atau kapur pertanian sebelum tanah dibentuk bedengan.

Sebelum dibentuk bedengan, lahan tersebut sebaiknya dibiarkan dulu selama 1 minggu dijemur dibawah terik matahari, tujuannya agar patogen pada permukaan tanah atau yang berasal dari pupuk kandang mati.

 

3. Pembuatan Bedengan dan Lubang Tanam

Aplikasi Trichoderma di bawah lubang tanam

Bedengan dibuat berdasarkan jenis varietas yang akan ditanam atau kondisi musim tanam. Setelah jadi pasang mulsa pada saat matahari terik agar mudah ditarik.

Untuk mencegah serangan penyakit layu, bisa ditambahkan agen hayati Trichoderma tepat pada lubang tanam. Aplikasi Trichoderma terbukti dapat mencegah tingkat kelayuan pada lahan endemik penyakit layu.

Trichoderma bersifat parasit terhadap jenis jamur lain, dan bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan dan penyebaran patogen tular tanah.

Kesimpulan

Sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya tanaman, tanah yang baik (steril dan kaya hara) akan menghasilkan tanaman yang sehat pula.

Jadi pengolahan tanah yang baik tidak hanya untuk mengembalikan tingkat kesuburan tanah, juga untuk mencegah penyakit layu sedini mungkin sehingga meminimalisir tingkat kerugian.

Baca juga : 

Nah, itulah uraian saya tentang cara mencegah layu sejak dini dengan pengolahan tanah yang baik. Semoga menjawab pertanyaan anda.

Jangan lupa share ke saudara, sahabat dan teman anda yang lain. Sekian dan terimakasih ^^

Salam hangat 🙂

BelajarTani.com

Bagikan ke teman anda :
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares

Related For Cegah Layu Sejak Dini dengan Pengolahan Tanah yang Baik

Tambahkan sebagai Teman

Arsip BelajarTani.com

Choose Language

Follow BelajarTani.com

Terimakasih telah mengunjungi BelajarTani.com, Jangan lupa like and share ya Sob..! [HL♥PISD]