bt
Menu

3 Jenis Pupuk Organik yang Sering Digunakan Oleh Petani

22/05/2018 | Pupuk dan Pestisida

Belajartani.com – Assalamualaikum halo sobat BT, hari ini kita akan mengulas tentang 3 jenis pupuk organik yang sering digunakan oleh petani, oiya sebelum kita lanjutkan pembahasan, kami dari redaksi belajartani.com sebelumnya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi sobat BT yang muslim. Semoga puasa kita diterima oleh Allah SWT. Aamiiinn

Kembali ke tema bahasan kita kali ini, tentang 3 jenis pupuk organik yang sering digunakan petani. Apa saja 3 jenis pupuk organik yang sering digunakan petani?

Pupuk berdasarkan bahan asalnya dibedakan menjadi 2 macam yakni pupuk anorganik (pupuk buatan atau kimia) dan pupuk organik (pupuk nabati/pupuk alam). Sebelumnya pernah kita bahas tentang jenis pupuk anorganik/kimia yang sering digunakan petani, berikut artikelnya :

Jika pupuk anorganik dibuat di pabrik dari bahan kimia, maka pupuk organik dibuat dari bahan-bahan organik. Mana yang lebih baik, pupuk anorganik atau organik? Masing-masing tentu memiliki kelebihan dan kekurangannnya masing-masing.

Tentang perbedaan, kelebihan dan kekurangan antara pupuk anorganik dan organik bisa anda baca pada artikel berikut >> Apa Sih Perbedaan Pupuk Organik dan Anorganik? Simak Kelebihan dan Kelemahannya Disini.

Saat ini penggunaan pupuk organik kembali marak seiring digalakkannya Program Go Organic oleh pemerintah pada sektor pertanian. Upaya mensukseskan Program Go Organic adalah sedikit gambaran bagaimana kondisi pertanian Indonesia saat ini yang ingin mengurangi dampak ketergantungan pada bahan kimia.

Pertanian organik adalah konsep dimana input-input produksi yang digunakan berasal dari bahan organik, misalnya pupuk organik, pestisida organik (nabati), sehingga output produksi nya berupa hasil pertanian organik.

Hasil pertanian organik Indonesia seperti beras organik memiliki harga jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan hasil pertanian anorganik. Padahal input produksi seperti pupuk organik dan pestisida organik (pesnab) bisa dibuat sendiri dengan biaya yang relatif kecil.

Nah, apa saja 3 jenis pupuk organik yang sering digunakan petani?

1. Pupuk Kandang

Pupuk kandang adalah istilah bagi pupuk yang dibuat dari kotoran ternak seperti sapi, kambing, kerbau, kuda, domba, ayam atau kelinci. Pupuk kandang dibagi menjadi 2 jenis yaitu pupuk kandang padat (dari feses) dan pupuk kandang cair (dari urine).

Ilustrasi pupuk kandang.

Pupuk kandang cair yang berasal dari urine hewan ternak, kandungan unsur haranya jauh lebih tinggi daripada kadar hara pupuk kandang padat. Namun, penggunaan pupuk kandang cair di petani masih masih jarang, petani lebih memilih pupuk kandang padat dikarenakan pupuk kandang cair memiliki bau yang sangat menyengat.

Pupuk kandang sangat baik untuk memperbaiki stuktur tanah agar lebih remah tentunya. Oleh sebab itu digunakan sebagai pupuk dasaran. Namun perlu diingat bahwa yang digunakan adalah pupuk kandang yang sudah matang yakni yang proses penguraiannya berhenti. Nah, ciri-cirinya sudah tidak tercium bau amoniak, nampak kering kecoklatan.

Pupuk kandang dari segi proses penguraian, dibedakan menjadi 2 jenis yakni pupuk panas dan pupuk dingin. Pupuk Kandang Panas, adalah pupuk kandang yang proses penguraian oleh mikroba berlangsung cepat dan menghasilkan gas (panas) sebagai efek sampingnya, sebaliknya pada pupuk kandang dingin.

Hewan ternak apa saja yang masuk kategori pupuk kandang panas ataupun dingin anda bisa membaca artikel berikut ini : 

2. Pupuk Hijau

Pupuk hijau, dari namanya saja tentu anda faham bahwa pupuk ini dibuat dari bahan tanaman yang masih hijau. Yap, pupuk hijau adalah pupuk yang berasal dari dekomposisi atau pelapukan daun tanaman.

Pupuk hijau (green manure). Image source: Green-Change.com

Tanaman yang digunakan sebagai pupuk hijau harus memiliki sifat mudah membusuk, banyak mengandung Nitrogen, seperti tanaman dari famili leguminosae (kacang-kacangan).

Tanaman leguminosae seperti kacang tanah, kedelai, biasa digunakan karena mengandung bakteri Rhizobium pada bintil akarnya.

Bagaimana cara memanfaatkan tanaman menjadi pupuk hijau?

Yakni tanaman atau daun tanaman dibenamkan pada bedengan yang hendak ditanami tanaman utama 2-3 bulan sebelumnya. Bisa juga mengumpulkan daun-daun hijau, lalu dipotong-potong menjadi bagian yang lebih kecil lalu dibenamkan dalam tanah.

3. Pupuk Kompos

Apa itu kompos? Kata yang sering kita dengar namun terkadang kita belum tau apa itu kompos. Tak sedikit pula yang belum bisa membedakan antara pupuk kandang, pupuk hijau dan pupuk kompos itu sendiri.

Pupuk kompos. Image source: pixabay.com

Pupuk kompos adalah pupuk yang berasal dari pelapukan sampah organik seperti daun-daunan, rumput-rumputan, jerami, alang-alang, sampah rumah tangga (bukan plastik), sampah kota (bukan plastik), dimana proses pelapukannya dibantu oleh bakteri pengurai. Hasil dari pelapukan tersebut adalah unsur hara yang bisa terserap tanaman.

Lalu apa unsur hara yang ada pada kompos? Kompos mengandung bahan organik dalam kadar yang cukup besar, sisanya nitrogen (N), kalsium (Ca), magnesium (Mg), fosfor (P) dan kalium (K). Kandungan hara kompos tergantung pada bahan pembuatnya, lengkap atau tidak.

Baca jugaMudahnya Membuat Pupuk Kalium Organik Cair

Membuat kompos cukup mudah dan bisa dilakukan oleh semua orang. Selain bisa mengatasi masalah sampah di perkotaan, tentu membuat pupuk kompos menjadi salah peluang usaha di bidang pertanian. Bisnis pupuk pertanian, terutama yang berlabel pupuk organik menjadi tren tersendiri terutama sejak digalakkannya Program Go Organic.

Sebagaimana pupuk kandang, pupuk kompos bisa digunakan sebagai pupuk dasar, campuran media semai serta campuran media tanam.

Baca juga : 7 Tanaman Pestisida Nabati, Yang Terbukti Efektif Mengendalikan Hama Kutu-kutuan serta Cara Pembuatannya

Nah sobat BT itulah 3 jenis pupuk organik yang sering digunkan petani. Sebenarnya ada 1 lagi jenis pupuk organik yakni pupuk guano (dari kotoran kelelawar), namun pupuk ini masih kalah populer dibandingkan dengan 3 jenis pupuk organik di atas.

Pertanian di Indonesia yang saat ini lebih banyak tergantung pada pupuk kimia perlu menggunakan pupuk organik sehingga dapat tercipta pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan dan memiliki nilai tambah (value added) yang tinggi.

Semoga bermanfaat, jangan lupa bagikan pada saudara, sahabat dan teman anda yang lain ya sob. Sekian terimakasih^^

Salam hangat 🙂

BelajarTani.com

Bagikan ke teman anda :
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share
  •  
    1
    Share
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  

Tambahkan sebagai teman

Arsip BelajarTani.com

Choose Language

Follow BelajarTani.com

Terimakasih telah mengunjungi BelajarTani.com, Jangan lupa like and share ya Sob..! [HL♥PISD]