Menu

3 Cara Aplikasi Agens Hayati Trichoderma Sp pada Tanaman Cabai

13/08/2016 | Pupuk dan Pestisida
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading...
tricho infect the parasit

Jamur Trichoderma menjadi parasit bagi jamur patogen. Sumber: nativejardinurbano.blogspot.co.id

Belajartani.com – Kira-kira seminggu lalu ada sobat belajartani.com yang mengirim email via page kontak kepada saya, yang menanyakan perihal aplikasi Trichoderma dan Mikoriza. Alhamdulillah, bisa saya posting sekarang, di tengah kondisi perpolitikan bangsa yang kian carut marut, di tengah isu dan hingar bingar politik menjelang pilkada DKI dan Pilpres 2019..!

Butuh waktu dan tenaga untuk fokus agar banyak artikel lifetime bisa saya share ke sobat setia belajartani.com, walaupun harus merelakan absen bermain game CoC, absen ngaskus bahkan si Pokemon Go juga harus saya uninstall (karena boros baterai juga sih), namun saya sangat senang karena pengetahuan saya yang masih sedikit ini, bisa saya bagikan kepada sobat belajartani.com. hehe..

Tentu ini akan membuat saya lebih termotivasi untuk lebih banyak belajar lagi tentang dinamika pertanian. Karena pada hakikatnya tidak ada yang pandai dan ahli dalam pertanian, semuanya masih terus belajar dan belajar..hingga akhir waktu nanti..hehe. Semuanya bisa dipelajari, hanya butuh kemauan dan jam terbang saja..!

Kembali lagi ke topic, sebelumnya saya ucapkan terimaksih untuk attensinya. Mohon maaf karena kali ini baru bisa posting perihal Aplikasi Trichoderma, untuk Mikoriza insyallah saya posting lain waktu. Berikut artikel nya, happy reading..! ūüôā

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa penggunaan pupuk dan pestisida kimia dapat menimbulkan dampak yang negatif bagi tanah. Walau dampaknya tidak dirasakan sekarang, dampak pupuk dan pestisida kimia akan terasa di masa depan dan untuk memperbaikinya pun butuh waktu yang cukup lama.

Oleh karena itu penggunaan pupuk dan pestisida kimia perlu kita kurangi, dan mulai beralih dengan menggunakan pupuk dan pestisida organik.

Salah satunya yang berfungsi sebagai pupuk sekaligus pestisida organik adalah jamur Trichoderma Sp.

1. Sebagai Biofertilizer (pupuk organik), Trichoderma  bekerja memperbaiki struktur tanah di sekitar perakaran tanaman dengan cara menguraikan zat-zat organik yang ada di dalam tanah. Di dalam tanah sebenarnya terdapat banyak zat organik, namun dalam bentuk ukuran yang tidak dapat diserap oleh tanaman.

Namun, dengan aplikasi Trichoderma  maka bahan organik tersebut akan diurai, dan setelah diurai oleh Trichoderma, zat-zat tersebut akan berubah menjadi ion-ion yang dapat diserap dan dimanfaatkan oleh tanaman.

Selain menghemat biaya, karena mengurangi pemakaian pupuk kimia, pemakaian Trichoderma  sangat aman bagi lingkungan. Berbeda dengan pupuk kimia yang menyebabkan mikroorganisme di sekitar perakaran mati. Hanya saja, aplikasi Trichoderma  proses nya tidak se-instan penggunaaan pupuk kimia.

2. Sebagai Biopesticide (pestisida nabati/agen hayati), Trichoderma yang bersifat parasit terhadap jenis jamur lain ini, bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan dan penyebaran patogen tular tanah penyebab penyakit perakaran seperti Fusarium oxsporum, Ralstonia solanacearum, Rizoctonia solani, Phytopthora infestans dan lain-lain, yang diketahui sebagai penyebab penyakit busuk akar, busuk pangkal batang yang menyebabkan tanaman cabai menjadi layu.

Dengan menggunakan Trichoderma  diharapkan intensitas layu pada tanaman cabai dapat ditekan. Karena penyakit layu ini selalu menjadi momok yang menakutkan bagi setiap petani cabai.

Aplikasinya bisa untuk semua tanaman hortikultura, untuk bawang merah juga bisa. Untuk dosisnya bisa menyesuaikan dengan dosis pupuk organik pada umumnya.

Loading...

trichoSumber gambar : www.canna.com.au

trichoderma_fungus

Sumber gambar : attra.ncat.org

Gambar hifa Trichoderma yang melilit jamur Pythium dan Rhizoctonia, hifa Trichoderma menghisab sel dari jamur tersebut serta mengeluarkan senyawa kimia yang dapat membunuh keduanya.

Cara dan Waktu Aplikasi Trichoderma sp.

Trichoderma sangat efektif dalam upaya pencegahan pencegahan serangan patogen (preventif). Jadi aplikasinya akan jauh lebih efektif sebelum tanaman terserang.

Hal yang perlu diperhatikan saat aplikasi Trichoderma  adalah jangan mencampur nya dengan pupuk kimia karena dikhawatirkan Trichoderma bisa mati. Lebih aman jika di campur dengan pupuk organik seperti pupuk kandang atau pupuk kompos, karena pupuk kandang maupun kompos sangat mendukung perkembangan jamur-jamur yang menguntungkan tanaman termasuk Trichoderma.

Ada 3 macam cara aplikasi yang bisa anda terapkan saat menggunakan biofertilizer dan biospesticide Trichoderma ini, antara lain :

1. Menaburkan Pada Bedengan

Aplikasi Trichoderma pada bedengan bisa dilakukan bersamaan pemberian pupuk dasaran (kandang) dan ditebarkan secara merata di bedengan yang masih setengah jadi, bukan diberikan diatas bedengan yang telah jadi. Dosisnya kurang lebih 500 kg/ha (atau pertanaman 20-25 gram).

pencampuran pupuk dasar

Nah, dengan perlakuan tersebut harapannya jamur ataupun patogen tular tanah yang ada di dasar bedengan tersebut bisa mati, jauh hari sebelum bibit ditanam. Dan pada akhirnya nanti perakaran tanaman bisa jauh lebih aman dari serangan penyakit layu.

2. Menaburkan pada Lubang Tanam

Aplikasi Trichoderma pada lubang tanam dilakukan pada saat pindah tanam, dengan cara menaburkan Trichoderma di tiap lubang tanam. Jadi saat nanti bibit ditanam, maka posisi Trichoderma  akan tepat langsung mengenai perakaran tanaman.

Untuk dosis Trichoderma yang digunakan kira-kira sebesar kapsul obat. Saat ini dipasaran Trichoderma  bisa anda temui dalam berbagai bentuk kemasan praktis, selain bentuk bubuk atau powder juga ada yang berbentuk kapsul.

3. Pengocoran

Selain ditaburkan pada bedengan dan lubang tanam, Trichoderma  juga dapat diaplikasikan dengan cara di kocor. Pengocoran bisa dimulai saat tanaman berusia 7-10 HST (hari setelah tanam). Dan ulangi setiap 10 hari sampai 4 kali perlakuan.

Jika anda mulai aplikasi saat umur 7 hst, maka aplikasi berikutnya saat umur 14, 21 dan 28 HST. untuk dosis pengocorannya yaitu kira-kira sebesar 1 sendok teh per 250 ml air/tanaman.

Nah dari ketiga cara di atas, manakah cara yang lebih anda sukai? Menurut saya, sebenarnya bukan soal suka yang mana, tapi pilih lah mana yang lebih efektif dan efisien menurut anda. Karena masing-masing cara akan memiliki kelebihan dan kekurangannya.

Anda bisa menggunakan salah satunya atau ketiganya sekaligus dalam satu masa tanam. Dan saya berharap cara yang manapun yang anda terapkan, bisa berhasil sempurna. Semoga..Aaamiin. Sekiaan dan terimakasih ^^.

Bagikan ke teman anda :
  • 53
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    53
    Shares
  •  
    53
    Shares
  • 53
  •  
  •  
  •  
  •  

Tambahkan sebagai Teman

Arsip BelajarTani.com

Choose Language

Follow BelajarTani.com

Terimakasih telah mengunjungi BelajarTani.com, Jangan lupa like and share ya Sob..! [HL♥PISD]